Aku masih di disi,
menatap hampa dalam kekosongan jiwa, membisikan lelah tentang cerita sajakmu
kemarin. Sekedar ingin menorehkan kata-kata dalam jiwa yang semakin larut dalam
guncangan hebat. “Overmacht” Ahh.. Sudahlah aku tak mau berdebat soal hukum dalam
carik kertas ini aku kurang paham.
Akhir-akhir ini katanya
demokrasi kita sedang galau gara-gara politik? Benarkah itu? Aku tahu tapi
lebih baik mengaku tidak tahu karena aku membaca sajakmu. Dalam mimpi ketika
malam menjelma bak malam kegelapan di mana kau? Yang ku lihat hanya sajakmu
yang menerangi dari kegalauan para politisi bedebah itu.